LaLiga (Liga Spanyol) bukan dimiliki oleh satu orang atau perusahaan seperti klub sepak bola, melainkan merupakan organisasi independen yang mengelola kompetisi liga profesional sepak bola di Spanyol, yakni:
LaLiga Santander (Divisi 1)
LaLiga Hypermotion (Divisi 2, dulu disebut LaLiga SmartBank)
🏢 Siapa yang “memiliki” LaLiga?
✅ 1. Klub-Klub Anggota
LaLiga sebenarnya adalah asosiasi yang terdiri dari 42 klub profesional (20 klub Divisi 1 dan 22 klub Divisi 2).
Jadi, pemilik sebenarnya adalah para klub itu sendiri, yang membentuk dan mengatur LaLiga secara kolektif.
Struktur ini mirip dengan koperasi atau federasi.
🧑💼 2. Manajemen dan Presiden
LaLiga dijalankan oleh badan eksekutif dan presiden yang dipilih oleh klub-klub anggota.
Presiden saat ini (per Mei 2025):
Javier Tebas (menjabat sejak 2013)
Tokoh penting dalam transformasi LaLiga menjadi lebih modern dan global.
Kadang kontroversial karena pandangannya soal hak siar, keuangan klub, dan persaingan dengan Liga Premier.
💼 3. Investor Eksternal (CVC Capital Partners – 2021)
Pada tahun 2021, LaLiga membuat kesepakatan besar dengan perusahaan investasi CVC Capital Partners.
Nilainya sekitar €2,1 miliar, sebagai imbalan atas 10% saham di unit bisnis komersial LaLiga selama 50 tahun.
Jadi, meskipun LaLiga bukan “dimiliki” oleh CVC, perusahaan itu sekarang punya hak pendapatan dan suara terbatas dalam aspek bisnis (bukan olahraga).
🧾 Kesimpulan:
LaLiga bukan milik individu atau perusahaan tunggal.
Dimiliki dan dikendalikan bersama oleh klub-klub peserta.
Dipimpin oleh presiden (Javier Tebas).
Memiliki kemitraan strategis dengan investor seperti CVC untuk aspek bisnis.