{"id":1868,"date":"2025-12-09T07:49:29","date_gmt":"2025-12-09T07:49:29","guid":{"rendered":"https:\/\/baanballded.com\/?p=1868"},"modified":"2025-12-09T07:49:29","modified_gmt":"2025-12-09T07:49:29","slug":"teknik-set-piece-dan-dead-ball","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/2025\/12\/09\/teknik-set-piece-dan-dead-ball\/","title":{"rendered":"Teknik Set Piece dan Dead Ball"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"9192\" data-end=\"10326\"><strong data-start=\"9192\" data-end=\"9238\">Teknik Set Piece dan Dead Ball<\/strong><br data-start=\"9238\" data-end=\"9241\" \/>Set piece atau dead ball adalah situasi di mana bola mati sebelum dimainkan, termasuk tendangan bebas, corner, dan penalti, menjadi peluang strategis mencetak gol. Teknik ini melibatkan akurasi, kekuatan, timing, dan koordinasi tim untuk memanfaatkan posisi bola dan pertahanan lawan. Pemain legendaris seperti David Beckham dan Andrea Pirlo dikenal karena kemampuan set piece mereka yang presisi, mampu mencetak gol dan memberikan assist dari jarak jauh. Latihan set piece mencakup simulasi situasi pertandingan, penempatan pemain, variasi tendangan, dan komunikasi antar pemain. Strategi set piece digunakan untuk mengeksploitasi kelemahan pertahanan lawan, memaksimalkan peluang di area berbahaya, dan memberikan tekanan psikologis. Keberhasilan set piece memerlukan perencanaan taktik yang matang, penguasaan teknik, dan kreativitas untuk menciptakan variasi yang sulit diprediksi. Dalam sepak bola modern, set piece menjadi senjata penting bagi tim, terutama dalam pertandingan ketat, karena gol dari situasi bola mati sering menentukan hasil pertandingan dan kesuksesan turnamen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik Set Piece dan Dead BallSet piece atau dead ball adalah situasi di mana bola mati sebelum dimainkan, termasuk tendangan bebas, corner, dan penalti, menjadi peluang strategis mencetak gol. Teknik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1868","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1868"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1869,"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1868\/revisions\/1869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baanballded.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}