Apa aturan 50 1 di Liga Premier?

Sebenarnya, aturan β€œ50+1” tidak berlaku di Liga Premier Inggris. Aturan ini adalah ciri khas dari Bundesliga Jerman, bukan Liga Inggris.

Namun, karena pertanyaannya mengaitkan “aturan 50+1” dengan Liga Premier, mari kita bahas perbedaannya agar lebih jelas.


πŸ‡©πŸ‡ͺ Apa itu Aturan 50+1? (Bundesliga)

Aturan 50+1 menyatakan bahwa:

Sebuah klub harus memiliki mayoritas hak suara (minimal 50% + 1 saham) dimiliki oleh anggota klub (fans atau asosiasi), bukan investor eksternal.

Tujuannya:

  • Menjaga agar klub tetap dikendalikan oleh para anggotanya (bukan pemilik tunggal atau perusahaan).

  • Mencegah klub dijalankan sepenuhnya sebagai bisnis tanpa mempertimbangkan komunitas dan sejarahnya.

Contoh:

  • Klub-klub seperti Bayern MΓΌnchen dan Borussia Dortmund masih dimiliki mayoritas oleh anggotanya.


πŸ‡¬πŸ‡§ Di Liga Premier Inggris – Tidak Ada Aturan 50+1

  • Di Inggris, klub bisa dimiliki sepenuhnya oleh pemilik tunggal atau korporasi.

  • Contoh:

    • Manchester City β†’ Dimiliki oleh Sheikh Mansour (Abu Dhabi Group)

    • Chelsea β†’ Dimiliki oleh Todd Boehly dan konsorsium Amerika

    • Newcastle United β†’ Dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi

    • Manchester United β†’ Dulu dimiliki oleh keluarga Glazer, kini mayoritas saham dipegang oleh INEOS (Sir Jim Ratcliffe)


πŸ”„ Kenapa Banyak Orang Inggris Ingin Aturan 50+1?

Setelah kasus seperti:

  • Harga tiket melambung

  • Klub seperti Manchester United, Liverpool, Arsenal hampir ikut European Super League (2021)

  • Protes terhadap pemilik asing yang tak peduli tradisi klub

… banyak fans di Inggris mulai menyerukan agar sistem kepemilikan ala β€œ50+1” Jerman diterapkan di Inggris.

Namun, hingga kini belum ada regulasi resmi di Liga Premier yang mengarah ke model itu.


Kesimpulan:

  • Aturan 50+1 tidak ada di Liga Premier Inggris.

  • Itu adalah aturan Bundesliga Jerman, yang menjaga kepemilikan klub tetap di tangan suporter.

  • Di Inggris, klub bisa 100% dimiliki oleh pihak swasta, termasuk miliarder dan perusahaan asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *